Risiko Kehamilan Remaja (Usia Dini)

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa yang dimana masa remaja berjalan pada usia 11 tahun sampai 21 tahun. Pada masa remaja seorang manusia tidak bisa dikatakan sudah dewasa tetapi tidak bisa juga dikatakan anak-anak. Pada masa ini remaja mengalami banyak perubahan untuk menemukan jati diri, memahami dan menyadari tujuan hidupnya serta rasa ingin tahu yang begitu tinggi termasuk mengenal dunia percintaan. Oleh sebab itu remaja yang tidak terarahkan banyak terjebak dalam pernikahan dini tanpa tahu resiko atau dampak yang akan ditimbulkan dari pernikahan dini tersebut termasuk dalam dunia kesehatan.
Meskipun tidak semua pernikahan dini dapat beresiko negatif namun tidak ada salahnya untuk mewaspadai hal-hal tidak diinginkan yang dapat terjadi akibat pernikahan dibawah usia 20 tahun (pernikahan dini).

Berikut beberapa dampak negatif menurut dunia kesehatan yang mungkin akan terjadi apabila pernikahan dini dilakukan :

Meningkatkan resiko terkena kanker serviks hal ini berhubungan erat dengan hubungan seksual yang dilakukan pada usia muda. Beberapa penelitian menyatakan bahwa semakin muda kita melakukan hubungan seksual maka resiko terjadinya kanker serviks akan semakin tinggi. Kanker serviks adalah kanker yang tidak mudah untuk di deteksi karna perkembangannya baru akan terasa setelah 10 sampai 20 tahun berkembang di dalam rahim.

Menyebabkan tekanan darah tinggi saat kehamilan hal ini disebabkan karena dari segi medis atau kesehatan sel telur pada wanita yang berusia dua puluhan tahun belum kuat dan matang untuk mengalami kehamilan. Hal ini akan menyebabkan tekanan darah pada wanita yang mengalami kehamilan pada usia muda akan meningkat. Hipertensi atau darah tinggi pada kehamilan bisa berdampak meningkatkan potensi mengalami perdarahan pada saat kehamilan.

Menyebabkan kecacatan fisik bagi bayi hal ini disebabkan sel telur pada usia muda yang berada pada kisaran umur dibawah 20 tahun belum terlalu sempurna, kondisi ini akan berakibat pada proses pembelahan sel yang tidak sempurna sehingga ketika dibuahi hal ini akan menimbulkan dampak berupa kecacatan secara fisik dari bayi.

Menyebabkan anemia saat kelahiran hal ini disebabkan pada saat kelahiran kondisi tubuh yang terlalun kecil akan menyebabkan kemungkinan terjadinya pedarahan, si wanita yang akan melahirkanpun kemungkinan tidak kuat menahan. Hal ini dapat menyebabkan si wanita kekurangan darah sehingga menimbulkan anemia saat kelahiran.

Menyebabkan kemungkinan bayi lahir prematur hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu pada usia dini mengenai kehamilan dan minimnya kedewasaan diri menyebabkan kurang bijaknya sang ibu dalam menghadapi kehamilan karna tidak begitu perhatian dengan kesehatan dan pola hidup yang baik sehingga pada usia dini sangat rentan terjadinya bayi prematur atau bayi lahir kurang bulan (pada usia dibawah 37 minggu).

Meningkatkan resiko keguguran hal ini disebabkan karena pada kehamilan usia dini atau kehamilan di bawah dua puluh tahunan dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan janin menjadi tidak normal dan efek yang dapat terjadi kemungkinan mengalami pendarahan yang sangat hebat pada masa kehamilan sehingga dapat menyebabkan terjadinya resiko keguguran atau biasa yang disebut abortus.

Meningkatkan kecemasan dan juga depresi hal ini terjadi karena dari segi sikologi wanita yang hamil di usia muda terutama pada usia 20 tahun kebawah kesiapan untuk memiliki seorang anak belum terlalu matang karena pada usia muda tersebut kecendrungan masih ingin bermain-main dan juga belum matang dari segi mental. Hal ini yang kemudian menjadi beban kecemasan karena terjadinya pertentangan di dalam pikirannya. Hal ini bisa saja berlanjut menjadi munculnya depresi atau stress.

Dari ulasan diatas pada dasarnya memang secara seksual sejak remaja seorang wanita memang sudah bisa mengalami kehamilan namun ada baiknya untuk mengurangi resiko negatif yang akan ditimbulkan remaja mesti memikirkan secara matang mengenai pernikahan dini dengan memperhatikan beberapa dampak yang akan terjadi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Risiko Kehamilan Remaja (Usia Dini)"

Post a Comment